oleh

Polres Jeneponto Tindakan Tegas Sesuai SOP Kepada Aksi Demo

TRIBRATANEWSJENEPONTO.COM | JENEPONTO – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Jeneponto oleh Mahasiswa, penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta di gedun DPRD Jeneponto.kec binamu ,kel empoang,jln pahlawan hari ini, senin (12/10/2020) 

Plt Kasubag Humas AKP Syahrul SH menjelaskan tidak ada tindakan brutal yang di lakukan oleh Kepolisian tetapi tindakan tegas oleh pihak kepolisian polres jeneponto terhadap pengunjuk rasa dengan membubarkan akibat para pengunjuk rasa yang tidak tertib melakukan aksi. Jelas AKP. Syahrul

Hosting Unlimited Indonesia

Ia juga menjelaskan “dari kemarin Aksi mahasiswa yang pertama pada tanggal 9 oktober 2020 penolakan terhadap Omnibus Law trus dikawal oleh pihak Kepolisian, hingga Aksi domo yang kedua ini aksi mahasiswa juga tetap dikawal, mereka tetap melakukan orasi sebagaimana biasanya.”

Mahasiswa yang ingin masuk dan menduduki gedung DPRD di halang-halangi oleh petugas, sehingga terjadilah Negosiasi antar mahasiswa dan Kapolres Jeneponto AKBP Yudya Kesit Dwijayanto,SH.S.I.K

lebih lanjut PLT Kasubag Humas AKP Syahrul.SH mengatakan “Kapolres Jeneponto AKBP Yudha Kesit Dwijayanto,SH.S.I.K juga telah menjelaskan kepada pengunjuk rasa bahwa angota Dewan yang berada di DPRD sekarang ini hanya 5 orang sedangkan yang lainya tidak berada di tempat karena sedang melaksanakan tugas di luar propinsi Sulawesi Selatan. kata PLT. Kasubag Humas Polres Jeneponto

Negosiasi tak menuai hasil pengunjuk rasa tetap memaksa masuk ke kantor DPRD, namun cepat dicekal oleh Petugas pengamanan, Polisi-TNI, satpol pp.

Keadaan ini membuat para Mahasiswa tidak tertib lagi melakukan orasinya dengan mendorong dan melakukan pelemparan batu kepada petugas pengamanan hingga Petugas melakukan tindakan tegas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memberhentikan serta membubarkan aksinya para mahasiswa, tutup AKP Sayhrul,SH

Komentar

Berita Terkini